Dark Mode

DARK MODE

Catatan Mahasiswa Tingkat Akhir

Catatan Mahasiswa Tingkat Akhir. Yah, kurasa ini adalah judul yang tepat untuk tulisan kali ini. Rasa yang ada pada mahasiswa tingkat akhir ku rasa patut untuk diceritakan. Eh tapi, mungkin yang ku tulis ini hanya serpihan catatanya saja karena tiap manusia punya segudang cerita yang tidak bisa ku tuliskan satu-satu hehe.

Sebenarnya bingung mau mulai dari mana. Mulai dari sapaan mungkin yah. Hmm baiklah. Haloo kawan apa kabar? Bagaimana kabarmu hari ini? Syukurlah masih diberi nikmat kesehatan. Tugas dari dosen A udah buat? Boleh ajarin gak? Eh nanti aja, ke kantin dulu yok heheh laper nih tadi pagi belum sarapan.

Yah begitulah, sapaan yang tak bersambut. Pada fase ini, menanyakan kabar saja sudah tak enak sebab takut menganggu. Mengenang masa lalu pun cuma bisa menjadi obat penenang sementara. Kadang hanya bisa berharap bertemu teman ketika hendak ke kampus, itupun kalau ada diantara mereka ke kampus juga. Tidak bisa aku dan kamu menyalahkan keadaan ini. Beginilah keadaanya, keterasingan diantara kita oleh disibukan kegiatan masing-masing. huftt..

Skripsi sebagai tugas akhir mahasiswa menjadi salah satu project besar sekali seumur hidup. Tak sedikit mahasiswa tingkat akhir dengan sepenuh hati menghabiskan waktunya menggarap skripsi terbaik miliknya. Hingga waktu berkumpul bersama teman pun dikurangi bahkan ada yang menghilangkan waktu untuk bermain-main. Yah, beginilah kehidupan mahasiswa tingkat akhir.

Mencoba bekerja di perusahaan dengan menjadi mahasiswa magang juga menjadi pilihan favorit mahasiswa tingkat akhir. Mencari pengalaman kerja sebelum lulus dan terjun ke dunia kerja menurutku pilihan yang bijak. Lagi-lagi, aku dan kamu tidak bisa menyalahkan keadaan yang menciptakan keterasingan ini. Beginilah kehidupan mahasiswa tingkat akhir.

Kemudian, ada juga mahasiswa tingkat akhir yang terjebak di lingkaran kebaikan. Lingkaran kebaikan ini bisa kita artikan organisasi mahasiswa. Orang-orang yang berada pada  keadaan ini memang secara penuh memberikan separuh kehidupanya dalam hal kebaikan. Ini menjadi salah satu keadaan mahasiswa tingkat akhir yang waktu bermain-main mereka diganti dengan melakukan kegiatan kebaikan.

Ya, masih banyak lagi ragam kegiatan mahasiswa tingkat akhir yang menjadi asal muasal keterasingan diantara kita. Aku, Kamu dan kita tentu tidak bisa menyalahkan keadaan ini. Begitulah kawan, fase ini adalah fase dimana waktu berkumpul dengan teman, bermain-main sedikit demi sedikit pudar.

Lalu bagaimana dengan diriku sendiri? Kawan, aku juga mengalami hal demikian. Menjadi pengurus beberapa oraganisasi dan komunitas, lalu  mengejar deadline skripsi dari pembimbing dan lainnya. Sok sibuk ya aku (?) Tapi, beginilah keadaan mahasiswa tingkat akhir. Apa mau dikata.

Kawan, aku paham. Kamu pasti sedang membangun mimpimu kan? Kamu juga pasti lelah kan menjalani hari-hari menjadi mahasiswa tingkat akhir. Ingin berhenti bahkan lari dari keadaan ini, namun engkau masih tetep bertahan demi mimpimu. Tak apa kawan, teruslah berjuang. Kamu sudah berada pada jalur yang tepat.

Kawan, kamu juga pasti memiliki perasaan yang sama denganku kan? perasaan ingin bertemu dengan kawan yang lain, bernyanyi bersama, bercerita seperti dulu. Tetapi, kamu sadar waktu yang engkau milikki kian menyempit tak seleluasa dulu. Tak apa kawan, rindu memang obatnya bertemu. Namun, tak selamanya rindu itu harus bertemu, adapun rindu yang cukup disampaikan melalui rangakain doa.

Aku percaya akan tiba saatnya keindahan itu datang. Bagai sang arunika yang perlahan muncul dibalik langit jingga. Oleh karenanya, percayalah kawan. Kamu, aku dan kita semua akan baik-baik saja, bahkan bisa jadi kita akan menjadi lebih baik dari sebelumnya. Berjuanglah wahai pengejar mimpi.

*Zaman Mahasiswa Baru

*Zaman Kejayaan


21 Komentar untuk "Catatan Mahasiswa Tingkat Akhir"

  1. Benar banget sih. Ketika berada di fase ini, aku semakin membenarkan ucapan salah satu Sahabatku. Nanti saat kita semester atas, kita akan tahu siapa teman kita sebenarnya. Ucapnya kala itu. Dan, kini aku merasakan itu. Sekedar say hai di grup kelas pun rasanya mulai berfikir ribuan kali *lebay. Tapi begitulah, grup kelas hanya "bunyi" kala ada info penting. Grup yang tiap hari berdering ya cuma satu. Grup yang isinya cuma ada 3 manusia yang berusaha saling menguatkan. Teman-teman lain pada kemana? Entahlah, sibuk dengan urusannya masing-masing hehe. Semangat Semester Akhir πŸ‘ŠπŸ»

    BalasHapus
    Balasan
    1. Biar sibuk masing-masing, biarlah doa yang menjadi jembatan diantara kita yah.. Hihihi

      Hapus
    2. Yaa, kuliah itu hakikatnya adalah "sendiri-sendiri". Beda dgn sekolah. Kuliah ini, masuk bareng, lulus belum tentu bareng.

      Nanti saat kita semester atas, kita akan tahu siapa teman kita sebenarnya.

      Sejujurnya, aku kurang sepakat dgn hal ini. Teman kita bukan berarti "meninggalkan" kita. Toh, kita punya penelitian sendiri sendiri. Punya judul skripsi sendiri sendiri. Keadaan yg membuat kita tidak bisa selalu bersama #eaa

      Hapus
    3. yah bener kak.. kita tidak bisa menyalahkan keadaan..
      Namun, cukup percaya saja sehabis malam gelap akan muncul sang fajar menyinari.

      Hapus
  2. πŸ“Œ Pikirku itu sangat benar sekali adanya...Apalagi pada kalimat "Waktu yang tidak seleluasa dulu artinya telah banyaknya tanggungjawab yang diemban lebih dari sebelumnya beriring kedewasaan diri.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, kita emang gak bisa menyalahlan keadaan.. Namun, cukup percaya saja bahwa semua akan berakhir dengan indah.. Hehe

      Kalo gak indah, berrti belum berakhir :p

      Hapus
  3. Terimakasih kak, kami yang dari mahasiswa awal dapat mengambil banyak hikmah dari tulisan ini, semangat kak, semangat dalam skripsinya kak heeh

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semua akan bertemu dengan masanya.. Semangat juga dikk 😁

      Hapus
  4. Semangat para mahasiswa tingkat akhir. Skripsian itu menurutku benar-benar cobaan yang terberat bagi seorang mahasiswa. Seberat-beratnya tugas kuliah/kegiatan organisasi, kalaupun kelewat mawih bisa dibackup dengan planning lain. Skripsi lewat? Auto goodbye wkwk
    Intinya semangat aja deh, jangan terlena dengan godaan mager-mageran yang nantinya berujung skripsian tertunda. Skripsi mentok, bayaran lanjut, emak marah-marah, si doi udah ngebet pengen nikah #eeh

    BalasHapus
  5. Saya segenab kumpulan mahasiswa gabut semester akhir mengucapkan selamat berjuang skripsian :v

    BalasHapus
  6. Ya kurang lebih saya juga merasakan apa yang kamu rasakan, bertemu, main bersama tapi tidak untuk berpikir bernyanyi bersama karna suara saya kentang jadi gal berpikiran untuk bernyanyi bersamaπŸ˜‚

    BalasHapus
    Balasan
    1. itulah indahnya.. suara kentang, suara wortel, suara kol menjadi satu mangkuk sop.. mengenyangkan ahaha :v

      Hapus
  7. Asli, mungkin pada fase ini adalah perasaangan keterasingan itu sering datang.

    BalasHapus
  8. Samaaaa banget dengan yang sedang dirasakan sekarang. Mulai merasakan ditinggalkan banyak teman karena mereka sedang menjalani hidup masing masing. Tapi mau gimana lagi, beginilah kehidupan berjalan.

    BalasHapus
  9. Hmm. Yeah. Inilah hidup. Tapi e tapi. Mau nyampein inih. Ada sekelompok orang yang jaraknya berjauhan, tapi hakikatnya mereka dekat. Tapi, adapula sekelompok orang. Mereka berdekatan secara jarak, tapi hakikatnya berjauhan. Yah well. Begitulah hidup. Begitulah hidup.

    BalasHapus
Jangan Lupa Tinggalkan Saran dan Masukanya yahh

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel