Dark Mode

DARK MODE

Terjebak Masa Lalu

Kemerlap bintang menghiasi langit malam kota Palembang. Semakin kelamnya malam, café yang berada di sudut kota pun semakin ramai. Café Bangindo namanya. Café yang menjadi langganan Albara. Dan untuk malam ini Bara tak sendirian. 
 
Janji yang telah dibuat sejak lama menjadikan pertemuan ini berlangsung hangat. Bara, Fahri,  Mamat dan Rapli adalah teman satu kamar asrama saat SMA dulu dan kini tengah kesibukan masing-masing. Bahkan sangking sibuknya, mungkin ini adalah pertemuan ke-3 mereka setelah lulus SMA. 
 
Malam yang dingin sama sekali tak terasa dingin sebab obrolan yang semakin lama semakin hangat. Mulai berbicara karir, teman kantor, politik dan banyak lagi. Dari sekian banyak topik itu, asmara menjadi topik yang paling seru dibahas. 
 
Mulai dari Rapli yang baru saja menikah. Cerita tentang pahit manisnya berkeluarga membuat kaum jomblo sedikit iri. Pantas saja iri, Mamat baru saja ditinggal menikah oleh kekasih. Tetapi, itu tak berlaku buat Fahri yang sedang dimabuk kepayang oleh cinta. Yah, begitulah cinta. Datang membawa penuh kebahagian, dan tak jarang ketika pergi meninggalkan luka. Sungguh magis cinta ini. 
 
Dengan bahagianya Fahri mencertikan soal kekasih barunya. Eh, bukan juga kekasih baru. Hmm, bahasa kerenya sih cinta lama bersemi kembali. Dua insan yang sempat terpisah dan putus komunikasi ketika sang pujaan menempuh pendidikan di luar negeri. Hingga bertahun-tahun menunggu tanpa kepastian.  Lalu, tanpa sengaja dipersaatukan lewat kejadian yang tak terduga. Ajaib memang. Tapi bukankah begitu cara semesta bekerja (?) 
 
Di sela obrolan hangat. Albara mengambil kopi yang ada di meja dan menyeruputnya. Baru saja meyeruput, Rapli langsung menanyakan kondisi asmara Albara. Air kopi yang baru saja Bara teguk membuatnya tersedak mendengar pertanyaan itu. Bagaimana tidak, diantara yang lain, kisah asmara Albara lah yang paling rumit. 
 
Albara dikenal sebagai pemuda yang cerdas dan bisa diandalakan di berbagai bidang. Tapi, bukan pada bidang asmara. Jika diandaikan sebagai mata kuliah. Nilai ujian asmara Bara pada taraf nilai D ataupun bisa jadi E. Sungguh buruk memang. 
 
Ketika mendengar pertanyaan dari teman-temanya, Albara hanya bisa senyum dan menjawab apa adanya. “Yah begitulah.” Temannya yang tahu kondisi Bara yang masih terjebak masa lalu sedikit menggoda Bara. “Muv on dong.. banyak cewe lain diluar sana bar, Udah ganteng, pinter manager perusahaan pula cewe mana sih yang ga mau.”  
 
Albara memang tak pandai tentang persoalan cinta. Tapi, Bara tahu apa itu cinta. Seperti yang dibicarakan oleh temanya. Bara saat ini sedang terjebak pada masa lalu yang tak berkesudahan. Kisah lama yang mungkin tak bisa terulang. Cukup rumit bukan (?) 

***

31 Desember 2014
 
Kisah ini bermula ketika Albara mengikuti kegiatan study tour sekolah. Jogja menjadi salah satu kota destinasi, dimana tahun baru kali ini akan dirayakan di sini di kota keraton. Kota istimewa yang menjadi saksi cinta pemuda ini.
 
Malam tahun baru di Jogja begitu ramai. Malioboro dipenuhi lautan manusia. Albara yang tadinya berjalan bersama rombongan kini di tengah lautan manusia Bara berdiri sendiri. Yah, tak heran memang, sudah menjadi kewajaran terpisah seorang diri di tengah keramaian. Pada akhirnya Bara berjalan sendiri menikmati indahnya kota jogja.
 
Bara yang berjalan sendiri kini terdiam melihat sosok gadis cantik yang menggenakan dress berwarna putih sedang memainkan violin di pusat keramaian. Alunan yang begitu merdu memacu detak jantung semakin kencang. Tak salah lagi, ini lah yang dinamakan cinta pada pandangan pertama
 
Syahdunya alunan violin yang dimainkan gadis itu membuat orang yang berada di sekitarnya seolah terhipnotis. Bahkan Bara begitu menghayati hingga mata tak lagi berkedip. Paras nan cantik, indahnya ayunan violin, merdunya gesekan violin menjadi kombinasi apik yang dengan sempurna meluluh lantahkan hati seorang pemuda.
 
Di sela penampilan sang gadis, tiba-tiba ada seorang anak kecil jatuh tepat di depan gadis tersebut sebab kehilangan keseimbangan saat berlari-larian. Bara dengan sigap langsung bergerak menolong anak tersebut. Pertunjukan violin pun seketika berhenti. Tanpa diduga, sang gadis ikut menolong anak kecil itu.
 
Tanpa saling menyadari kedua insan itu telah dipertemukan oleh garis waktu. Pertemuan yang ajaib. Lagi dan lagi, beginilah cara semesta bekerja. Tertinggal dari rombongan, bertemu gadis violin hingga anak kecil yang jatuh. Semua itu hanya untuk pertemuan sesaat ini. 
 
Beberapa saat setelah kejadian, Bara membeku dihadapan gadis itu. Cintanya semakin nyata, namun lidah tak bisa berucap. Waktu pun telah kembali berputar. Teman-teman yang sedari tadi mencari Bara kini  menemukanya dan lalu mengajaknya kembali ke hotel. Akhirnya Bara pergi tanpa ada satu dua kata yang terucap lewat bibirnya. 
 
Langkah demi langkah perlahan Bara meninggalkan gadis itu. Bingung, kesal, marah, resah semua perasaan campur aduk musabab raga yang tak berkutik namun hati terus-terusan bergejolak. Sesaat Bara mencoba menoleh ke arah belakang dan dari kejauhan tampak sang gadis memberikan senyum kepada  Bara seolah mengetahui isi hati Bara. Hingga akhirnya senyuman itu tak lagi terlihat dan pertemuan pun berakhir.

***

Yah, begitulah kisah pertemuan dua anak manusia yang di luar nalar. Semenjak saat itu Bara tidak bertemu lagi dengan sang gadis. Padahal gadis itu yang menjadi motivasi Bara untuk berkuliah dan tinggal di jogja. Sayangnya, keberhasilan Bara hanya sebatas berkuliah di jogja dan tidak untuk bertemu sang gadis.
 
Terjebak masa lalu. Hati yang telah dicuri tak tahu kapan akan kembali. Hanya harapan yang tersisa. Harapan hati itu akan kembali bersamanya. Entah pantas kah kisah ini disebut cinta dalam diam atau lebih pantas dengan sebutan harapan hampa.
 
Pertemuan Bara, Fahri, Mamat dan Rapli pada hari itu menyisakan sebuah pertanyaan besar pada diri Bara. Mencoba tetap bertahan menunggu orang yang tak tahu dimana keberdaanya atau mencoba untuk belajar mencintai seseorang kembali.

19 Komentar untuk "Terjebak Masa Lalu"

  1. Uww, ceritanya kayak nyata kak, wkwk

    Untuk Bara, itu bisa dikatakan CLBK (Cinta Lama Belum Kelar) wkwk

    BalasHapus
    Balasan
    1. alhamdulillah,. Lanjut eps selnjutnya gak nih? Wkwkw

      Eh bisa aja.. CLBK 😂

      Hapus
  2. Kaya kenal ceritanya kisah nyata ya wkwk dont give up bara kejar terus sampe dapet wkwk

    BalasHapus
  3. Titip pesan ke Bara, "Jogja punya cerita, jangan lupa menjelajah dunia lainnya agar ceritanya lebih luarbiasa daripada asmara" ..

    Fiksi yang bertaut ini mah wkwkwk

    BalasHapus
  4. Albara cemen ya masa dapat nilai D atau E soal asmara.
    Sini belajar dulu sama senior, dijamin dapat nilai F wkwk

    BalasHapus
  5. Apakah cerita Albara menggambarkan kisah nyata penulis yang sedang menghadapi rumitnya persoalan cinta? Entahlah. Hanya penulis yg bisa menjawab pertanyaan ini wkwkwkw

    BalasHapus
    Balasan
    1. Membaca komentar ini penulis hanya bisa tersenyum..
      Sepertinya akan lebih baik membiarkan misteri tetap menjadi misteri... wkwkw :v

      Hapus
  6. Sedikit saran saja, krn aku agak gemas melihatnya, wkkwk

    Pertama, "diberbagai" kurang tepat, harusnya di berbagai. Tanda spasi di-.. tolong diperhatikan.

    Kedua, penulisan kata "jogja" di tengah kalimat juga kurang tepat. Harusnya, Jogja. Gunakan huruf kapital, sebab menunjukkan nama kota.

    Terima kasih, ehehe..

    BalasHapus
  7. Sayang sad ending, saya sedikit kurang suka dengan cerita yang sad ending, entah mengapa. Btw untuk bara semoga beliau bisa menemukan lagi hati yang telah dicuri.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tenang semuanya belum berakhir.. perjalanan mash terlalu jauh untuk sebuah kata ending :v

      Hapus
  8. Memang terkadang manisnya masa lalu yang tidak bisa diulang membuat penyesalan menghantui. Kenapa tidak melakukan hal ini yah kemaren²? Kenapa, kenapa, coba saja kalau gini aduhh
    Mantep kali kak✊

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hooh, begitulah sistem kerjanya.. Yah, ketika ada kesempatan gunakanlah sebijakny karena kita tidk tau kapan kesemptn itu dtng lagi.. :""

      Tetep semongko

      Hapus
  9. Yah begitulah hehe, cinta memang begitu kak tidak akan pernah habisnnya nika dibahas, tapi yang penting itu komitmen, percuma jika saling menyukai tanpa dasar memahami:)

    BalasHapus
    Balasan
    1. waduh,, gimana mau bkin komitmen.. doinya aja hilang entah kemana hahaha

      Hapus
  10. Jadi teringat pesan Mbah Sujiwo Tejo nih :v.
    Intinya beliau bilang kau bisa merencanakan menikah dgn siapa, tapi tak bisa kau kendalikan cintamu untuk siapa *ea

    BalasHapus
Jangan Lupa Tinggalkan Saran dan Masukanya yahh

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel