Dark Mode

DARK MODE

Musuh Kehidupan

Setiap manusia memiliki musuh terbesar dalam hidupnya yaitu dirinya sendiri. 

Bagaimana bisa diri sendiri menjadi musuh terbesar dalam hidup (?) Ya, mungkin itu pertanyaan yang terintas di hati kita ketika membaca atau mendengar kalimat di atas. Aku pun sama ketika membaca kalimat itu pertama kali berpikir, “Kok bisa sih?” Namun, mari kita coba pikirkan kembali maksut dari kalimat itu.

Pada kalimat tersebut dapat kita imajinasikan bahwa, “musuh kita tuh, ya diri kita sendiri.” Oke, mari kita coba bayangin diri kita dan apa-apa saja yang telah terjadi hingga saat ini. Udah kebayang? Belum?, hmm coba deh diinget-inget lagi, ga usah berpikiran terlalu jauh bisa bayangin kegiatan-kegiatan sehari saja.. dan tenang jawabanya ga dinilai kok hihihi.. Atau aku bantu nih dengan simulasi berikut:

“Aha! Iya ya.. Ternyata selama ini aku terus berjuang hingga titik darah penghabisan untuk melawan diri sendiri yang begitu malas untuk mengerjakan skripsi. Gravitasi kasur pun menjadi alibi saja, padahal masalah sebenarnya ada pada diri aku sendiri. Maaf ya kasur..”

Kurang lebih begitulah simulasi singkat yang dapat aku bagi.. Dan pada intinya, tanpa kita sadari kita telah berjuang melawan diri kita sendiri. Bisa juga ternyata kita sudah sadar, tapi karena lebih mudah menyalahkan keadaan, pada akhirnya kita memilih untuk menyalahkan kasur lah.. Upss…. :v

Okeh back to the topic.. Kita coba untuk menyepakati kalimat di atas, bahwa musuh terbesar dalam hidup adalah diri kita sendiri bukan kasur.. kalau ga sepakat, sepakat-sepakatin aja lah yah *dih maksa.. wkwkwk lanjut nih.. Aku rasa karena kita sepakat dengan hal itu maka sudah sewajarnya kita untuk mengenal diri kita sendiri sebelum mengenal doi *eh.. :v

Fokus yok fokus.. Nah, sedikit cerita nih.. Alhamdulillah beberapa hari yang lalu aku telah mengikuti rangkaian Kaderisasi Salman ITB, LMDP 207. Agendanya sangattttt menarik, dan ada salah satu agenda yang ga kalah menarik yaitu Talent Mapping atau mengenal diri sendiri beserta potensinya..

Setelah mengikuti kegiatan Talent Mapping, aku menyadari dan meyakini bahwa penting untuk kita mengenal siapa sih diri kita tuh, siapa sih Iqbal Romadhoni ini.. dengan begitu kita akan memainkan langkah yang cermat untuk mengatasi diri sendiri.. lalu, berdasarkan hasil itu aku merasa selama ini telah berbuat kesalahan dan pada kesempatan ini aku ingin mencoba pengakuan dosa..

Ya, bisa dilihat gambar di atas bahwa aku memiliki Woo dan Achiver yang rendah.. kata mentor saat itu, “Aku adalah orang yang pendiam, tidak suka menjadi orang yang menonjol dan tidak terlalu tertarik untuk memulai percakapan  saat pertama kali bertemu atau bisa dibilang sosok yang misterius.” Dan aku menganggap itu semua benar,.

Kemudian, aku memiliki Responsibility dan Relator diurutan atas yang artinya, “Aku adalah orang yang tergolong bertanggung jawab, cepat merespon dan sulit mengatakan tidak jika diminta tolong serta orang yang bisa menjadi pendengar baik dan enak jika diajak curhat katanya.” 

Tentu mentor saat itu bisa menebak bahwa kedua hal tersebut saling berkaitan dan terus berlanjut menjadi problem diri ini.. Ketika orang meihat aku dari jauh, mereka mengira aku orang yang pendiam/cuek/sombong/misterius tapi suatu ketika diajak bicara akan berasa nyaman.. disitu letak permasalahanya, orang lain yang baru kenal akan mengira aku hanya baik  kepadanya dan menjadiknya orang spesial.. padahal nyatanya aku (berusaha) berbuat baik ke semua orang yang aku kenal..

Jika kamu temanku membaca tulisan ini dan pernah merasakan sakit hati karena sifatku.. sungguh aku mohon maaf.. aku memang menganggap semua biasa-biasa saja karena semua orang yang aku kenal aku memberlakukan hal yang sama..  aku menganggap kalian semua adalah teman terbaikku :D

Mungkin cukup yah sesi pengakuan dosanya.. dan tolong maafkan yah gaes atas kesalahan-kesalahan yang pernah aku buat.. hmm dari sepenggal celoteh ini, aku harap kita bisa sama-sama berusaha mengenal diri sendiri bermusahabah diri agar langkah kedepan yang kita ambil bisa lebih bijak dan impian kita semoga dapat tercapai.. Aamiin…




4 Komentar untuk "Musuh Kehidupan"

  1. Sepakat, tantangan terbesar itu yaa diri sendiri. Kata orang sih kalo sudah bisa menaklukkan diri sendiri maka tantangan lainnya akan menjadi mudah.

    BalasHapus
    Balasan
    1. InsyaAllah bisa mengatasi diri sendiri.. semangat terus kak, ada hadiah luar biasa yang telah disiapkan Tuhan buat hamba-Nya.. :D

      Hapus
  2. Wah mantap nih. Kalo kakak lebih prefer untuk bikin Ikigai dulu, baru bikin talent mapping, life plan dst. Semuanya tergantung dari masing-masing kita, lebih nyamannya darimana.

    BalasHapus
    Balasan
    1. iyaps kak.. kita perlu tahu tujuan hidup ini biar ga cuma makan minum aja hihi.. ikigai menjadi opsi keren tuh kak..

      Hapus
Jangan Lupa Tinggalkan Saran dan Masukanya yahh

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel